Aku
merupakan satpam penjaga Perumahan, Tugas ini berat tetapi kujalani dengan
senang hati. Kkini aku memiliki Tugas baru, Tugasku mengawasi seorang Gadis
kemanapun ia pergi. Dia bernama Astuti. Dia merupakan anak dari Bos Property
Mewah. Suatu hari saat aku mengawasinya dia menegurku katanya,
“Surya,
kenapa kamu membuntuti aku kemanapun aku pergi?”
“Bohong,
Pasti kamu ada maunya. Jangan – Jangan kamu akan merebutku dari Fahmi? Ingat
Surya kamu itu siapa? Hanya satpam kamu itu Tahu dirilah!” Cemoohnya padaku.
Aku
hanya diam melihatnya, hati ini terasa sakit seperti teriris rasanya. Jika dia
bukan anak Bosku dia sudah aku tampar keras sekali.
Suatu hari kulihat Fahmi pacar
Astuti menggandeng perempuan lain. Segera aku mengatakannya pada astuti, dia
tak pecaya.
“Maaf
non, Fahmi sudah beristri itu benar adanya dan tidak ada yang mengada – ada.”
Kataku padanya.
“Fitnah!
Fahmi itu masih bujangan! Sekarang pergilah dari rumah ini! Fahmi bukanlah
tandinganmu!” Amuk Astuti padaku.
“Setelah
Surya pergi aku merasakan ada sesuatu yang hilang, hatiku menjadi Galau. Apakah
aku jatuh cinta padanya? Ada getaran aneh saat kupandangnya.” Gumam Astuti
dalam Hati
Suatu ketika Astuti mendengar
dari Ibunya bahwa ia akan dijodohkan dengan Surya tetapi Astuti berkata,
“Dengan
Surya? Aku tak sudi Bu! Ini juga bukan zaman Siti Nurbaya lagi!”
Astuti
teringat perkataan Surya dulu bahwa Fahmi menggandeng perempuan lain, ia
penasaran kemudian ia hubungilah Fahmi tetapi Fahmi tidak bisa dihubungi. Ia
terus mencoba sampai Akhirnya teleponnya diangkat,
“Halo,
apakah mas Fahmi ada disitu?” Katanya.
“Ya
benar sekali, saya Istrinya.” Jawab seseorang dari ujung sana.
Tiba
– tiba Astuti menjadi lemas badannya pun lunglai. Hatinya terasa sakit,
Pikirannya pun menjadi berantakan.
Kini suatu kesempatan baik
datang pada Surya untuk kembali mengantar Astuti kemanapun ia pergi. Suatu sore
saat Astuti menangis dikamarnya, Ayahnya pun datang dan berkata padanya,
“Astuti
Anakku, Janganlah kamu menangis lagi. Ayah sudah merestui kamu dengan Surya.”
“Maafkan
Astuti Ayah, Astuti belum menyukainya. Hati Astuti masih kelam.” Tolaknya
halus.
“Cobalah
nak, Kau pikirkan kembali ia adalah satpam, tetapi ia Sarjana S-2 Ekonomi dan
ia menjadi manajer di usaha milik papanya.” Kata Ayah Astuti meyakinkannya.
Astuti
pin berubah pikiran saat ia mendengar kata –kata Ayahnya tersebut.
“Ayah,
sebenarnya hati Astuti sudah dicuri oleh Surya sejak pertamakali kami bertemu.”
Kata Astuti dengan mantab untuk meyakinkan Ayahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar