Kamis, 29 November 2012

10.11.12



9 November 2012
Pukul 06.30.
               Suara kenalpot motorku memantul di antara bangunan dan masuk ke ceruk telinga. Berhenti. Aku turun , berpamitan. Kulangkahkan kaki memasuki bangunan bercat Hijau dengan semangat membara. Langkahku terhenti di depan Pintu berwarna Abu-abu muda, 9E. Kelasku. Kutembakan Pandanganku ke sekeliling ruangan bercat Coklat sendu itu.
                              Sepi.

               Lalu ku masuk dan duduk di benda berwarna Coklat muda, Setelah duduk pikiran ku pun melayang hingga Esok hari. yap, 10 November 2012 (10.11.12). Tanggal yang sungguh Cantik. Apakah yang akan terjadi? Aku pun tak tahu. Sejenak kurasakan ada suatu hal yang aku lupakan untuk esok, aku belum teringat. Hingga Lamunanku di buyarkan oleh orang yang tiba-tiba duduk du samping ku itu.
                              " Putra, jadi ga nih besok? " tanya sesosok bersuara perempuan tersebut.
ku tolehkan kepalaku ke arah kanan. Ternyata...
                              " Eh, kamu na, bikin kaget aja. Emang jadi apa si aku lupa " jawabku pada sesosok bersuara perempuan tersebut yan ternyata adalah Nana teman Sekelasku.
                              " itu lhoo.. Katanya mau ngajak si Lala balikan? " tanyanya kembali sambil tersenyum.
                              "Ehh? " aku terpekik. Diam.
                              " Iya gimana sih kamu katanya mau ngajak si Lala balikan? Emang kamu mau ngasi apa put? " cerocos nana.
                              " mmm.. Oh iya, itu yang akan kulakukan besok! terimakasih na, kamu telah mengingatkan ku " jawabku sambil tersenyum. Ternyata itu to yang akan aku lakukan besok. Aku baru teringat.
                              " ehmm.. Gimana jadi ga? "
                              " Ya jadi dong.. masak ga jadi? mumpung tanggal bagus tuh... hehehe. eh, gimana ya na kalau besok aku ngasih dia Coklat sama Bunga? "
                              " Waah.. So sweet Banget Put, Aku mau! " dia tertawa lepas.
                              " Hahaha.. kasi ga ya? Ga mau ah.. " ledekku padanya sambil tersenyum.
                              " hehehe, ya udah Good Luck ya.. "
Pukul 07.00
               Bel masuk berbunyi semua siswa mulai memasuki kelas masing-masing dan mengikuti pelajaran dari awal hingga akhir. Suasana pun menjadi Sepi.

Pukul 10.50
               Bel Pulang berbunyi, Akhirnya saat yang ditunggu - tunggu. Saatnyta semua siswa pulang, tek terkecuali Aku.
               Suara kenalpot kembali terdengar di ceruk telingaku. Berhenti. dan kulangkahkan kaki ku menuju pintu berwarna Coklat, memasukan berwarna perak pada sebuah lubangdan membuka pintu. langkahku ku percepat hingga akhirnya aku sudah sampai di depan pintu kedua yang merupakan penutup Sebuah Ruangan Pribadiku. Segera ku buka Pintu tersebut dan Langsung ku Jatuhkan badan ku ke kasur yang di selimuti oleh kain berwarna merah dan biru itu. Sejenak Ku pikirkan kembali apa yang hendak ku lakukan Esok hari. tak terasa aku pun sudah berada dalam sebuah dunia yang tidak nyata. ya, itu adalah mimpi. Belum lama di alam itu, aku pun terganggu oleh Suara yang membuatku terbangun. Ku lihat jam "Pukul 17.30". Astaga ternyata aku sudah lama dalam tersebut. Segera ku keluar Kamar dan menuju Suatu Tempat yang berisi banyak air. Ku ambil satu gayung air dan membasuh wajahku serta kaki dan tanganku dengan air tersebut. Sesudah itu, aku pun keluar.
               Sepi. Dimakah semua orang yang berasa di rumah ini? tanyaku dalam hati. aku pun tak terlalu menghiraukannya. Segera ku ambil kunci yang ada di sebuah Meja. Menghidupkan Sebuah mesin hingga suaranya terdengar hingga ceruk Telingaku lagi. Ku masukkan Gigi pertama dan berlalu. Suara itu pun berhenti. Aku pun sudah sampai. Tempat ini menyediakan barang-barang yang cukup lengakp. Segera ku masuki bangunan tersebut. Dan aku pun Dengan segera mencari Barang yang Ku harapkan. Akhirnya barang tersebut sudah ku dapatkan, makanan manis yang bercampur dengan kacang. Apakah itu?,  Coklat. Segera ku menuju kasir dan membayarnya. Aku pun keluar bangunan itu dengan rasa lega. Ku lanjutkan perjalanan ku. Suara itu muncul kembali dan memasuki ceruk telinga ku lagi. Akhirnya Tempat kedua pun sudah di depan mata. Sebuah Bangunan yang menjual aneka benda yang berwarna-warni dan bermacam-macam aroma tersebut. Aku pun segera mencari barang yang ku inginkan. Pandangan ku tertuju pada sebuah benda yang menawan, berwarna Merah tersebut. Mawar Merah.  Segera Ku ambil beberapa Tangkai dan Segera ku bayar Sekaligus di bungkus. Tanpa belama-lama Segera ku tancap gas. Saat itu hatiku sangat senang, bagaikan berada di tengah-tengah taman bunga yang di kelilingi oleh bidadari-bidadari Cantik dari khayangan. Tak terasa aku pun Sudah sampai rumah lagi. Segera Ku parkir motor dan masuk rumah.
                              " Hey, dari mana kamu Put? Pergi nggak bilang-bilang " tanya seorang perempuan dengan nada menggetak. ternyata dia adalah Kakak ku. Segera ku sembunyikan barang-barang yang ku beli tadi. Untung saja dia Tidak Curiga.
                              " Ehh.. nganu.. nganu.. dari rumah temen ngerjain tugas "
                              " Yang bener? " ia menatapku curiga.
                              " Iyalah masak aku bohong? " Ledekku. Segera ku menuju ke ruangan pribadiku sambil tetap menyembunyikan barang-barang yang telah kubeli tadi. Setelah berada di dalam ruangan pribadiku baru ku keluarkan barang-barang itu dari persembunyiannya. Kurebahkan diriku di kasur. Hening. Khayalan ku di mulai kembali. Hingga aku pun tak sadar bahwa aku ngantuk dan tertidur pulas.

               10 November 2012
Pukul 06.30
               Suara dari Handphone ku berbunyi ku matikan bunyi tersebut dan melihat jam. Pukul 06.30 .
                              " Oh, baru Setengah Tujuh ya? " kataku setengah sadar. ku tutup mataku lagi dan kembali tertidur.
                              " Ehh.. udah Setengah Tujuh? yang bener nih? " teriakku tak percaya.
               Segera ku ambil Handuk dan bersiap untuk mandi. Setelah Mandi ku bergegas ganti dan bersiap-siap untuk berangkat ke Sekolah. Tak lupa ku masukkan barang-barang yang kubeli kemarin ke dalam tas.
               Sudah Siap.
Pukul 06.50
               Segera ku berangkat. Suara Seperti biasa terdengar kembali, Tetapi kali ini lebih cepat Suaranya. Takut terlambat. Berhenti.
               Aku pun berlarian memasuki gedung berwarna Hijau tersebut dan menuju ruangan ku belajar. ya 9E kelasku.
               Ku langkahkan kaki ku memasuki ruangan bercat Coklat Sendu tersebut, Melalui pintu pastinya.
               belum Sempat Duduk. Datanglah dua Orang Perempuan Mendekatiku. Ternyata Nana dan Nita.
                              " Gimana nih udah bawa? Udah siap? " tanya nana  prnasaran.
                              " Udah Dong, Putra gitu! " ujarku bangga.
                              " Ya udah dehh Good Luck ya! "
                              " Oke sip. maasih "
Pukul 07.00
               Bel Masuk berbunyi.

Pukul 09.00
               Bel Istirahat berbunyi. Seluruh Siswa keluar kelas.
              
                              " Put, Sekarang aja! " ujar  nana mengagetkanku.
                              " Ehh.. gimana ya? ya sudah sekarang aja! hehehe " jawabku sambil tersenyum.
                             
                              " Tapi.. orangnya mana ya na? " tanyaku pada nana yang berada di sampingku.
                              " Aku cariin dehh.. ngomomngnya di depan kelas aja yang yang sepi. "
                              " Oke deh na.. makasih ya "
               Nana pun berlalu mencari lala. beberapa menit kemudian kulihat nana berjalan dengan seorang perempuan yang bagi ku cantik seperti bidadari. DagDigDug. Jantungku Berdetak cepat. Tak ku Rasa Perempuan itu sudah berada di depanku.
                              " hey.. katanya nana kamu mau ngomong ma aku? " cerocosnya.
                              " Ehh.. lala " jawabku grogi.
                              Kemudian ku ambil barang-barang yang ku beli kemarin dan akupun berkata padanya..
                              " Kamu.. Kamu mau nggak balikan ma aku "
                              Diam.
                              " aaaa.... " mukanya memerah.
                              " Gimana mau nggak? " Aku tak sabar.
                              " Aku tuh.. "
                              " Apa? " potongku.
                              " Aku lebih.. "
                              Diam.
                              " Aku lebih nyaman jadi temen mu.. " jawabnya , plong.
                              Deg. Aliran darahku berhenti sejenak. Nyesek!
                              " Oh kalo begitu tolong terima ini ya.. " aku memberikan coklat dan bunga yang kemaren ku beli.
                              " Ga usah buat kamu aja.. " tolaknya halus.
                              " Gapapa terima aja.. "
                              Akhirnya dia pun menerimanya.

Pukul 09.30
               Bel masuk berbunyi. Aku segera kembali ke kelasku. begitupun juga Dengan dia.
               Saat di kelas aku langsung menuju kursi ku dan duduk melamun di sana. Kemudian ada beberapa Teman-temanku  menghampiri ku.
                              " Gimana Put? di terima ? " cerocos nana.
                              " Enggak " jawabku singkat.
                              " Lha kog bisa? "
                              " Ya begitu deh.. " aku menghela nafas.
                              " Ya udah sabar ya.. masih ada kita teman-teman mu kog " dia pun tersenyum.
                              " Ya makasih " ku balas senyumnya.
                              " Sama-sama "
               Sesudah itu akupun Hanya terdiam di kursiku. Pikiran ku kembali mengulang kejadian-kejadian yang ku alami dari kemarin hingga tadi waktu istirahat.
                              " Sudalah Put, tak usah Galau begitu " ledek si amin.
                              " Apaan sih? Gag Jelas Banget "
                              " Hahaha.. dari pada Galau bagaimana kalu nanti malam kita malam mingguan.. Resfreshing lahh.. " tawar amin.
                              " Apa? Malam minggu? Ga ada yang namanya malam Minggu!! " Jawabku putus asa.                

Tidak ada komentar:

Posting Komentar